🐂 Firman Tuhan Seperti Pedang Bermata Dua

Sebabfirman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Amsal 30: 5 Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya. Mazmur 119: 105 Ibrani 412 “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” Banyak orang salah menafsirkan perkataan firman “pedang bermata dua” dengan arti bahwa firman itu berlaku bagi anda, tetapi juga berlaku bagi saya. Firman Tuhan memang berlaku bagi setiap orang, baik pemberita maupun pendengar akan tetapi, bagian nas Firman Tuhan ini tidak dalam konteks membicarakan mengenai aplikasi dan penerapan Firman. Tetapi konteks Firman ini berbicara mengenai satu peringatan dan nasihat bahwa orang percaya harus sungguh-sungguh hidup berdasarkan Firman Tuhan yang murni yang mampu merasuk sampai ke dalam jiwa kita untuk mempertajam dan memperteguh keyakinan iman kita kepada Kristus. Penulis Ibrani memberikan suatu penekanan terhadap kegagalan Israel menjadi contoh yang baik bagi generasi penerusnya. Selama menjadi umat Allah, banyak sekali kegagalan yang ditimbulkan oleh ketidaktaatan Israel di dalam mematuhi segala nasihat dan hukum Allah. Oleh karena itu mereka tidak dapat masuk ke tempat perhentian yang Allah telah sediakan. Di dalam perjalanan kita mengiring Tuhan, kita seringkali juga gagal menjadi orang yang tetap setia di dalam menaati segala perintah Tuhan. Akan tetapi kita bersyukur memiliki Firman Allah yang diberikan kepada kita. Firman Allah ini memiliki ketajaman yang sungguh sehingga mampu membedakan pertimbangan dan pikiran kita. Oleh sebab itu kita harus merespon kepada Injil Tuhan dengan benar dan sungguh-sungguh mau berusaha menaati agar kita bisa masuk ke dalam perhentian terakhir bersama dengan Yesus Kristus Tuhan kita. Usaha kita memang bukanlah suatu jaminan kita masuk ke dalam perhentian teakhir kita, karena semua telah dikerjakan oleh Allah. Tetapi tanpa usaha, kita tidak membuktikan diri sebagai penerima Anugerah itu, dan tanpa usaha kita tidak benar-benar menjadi seorang yang bersungguh-sungguh di hadapan Allah. Oleh karena itu, ketika kita sudah menerima karunia keselamatan, maka kerjakanlah itu dengan hidup taat dan setia dihadapan-Nya. Amin. DOA “Firman-Mu membuka hati dan pikiran kami, ya Allah.. Ajarlah kami untuk mampu berjuang hidup taat dan setia akan Firman-Mu. Amin” Dankaki-Nya seperti tembaga mengkilap, seakan-akan membara dalam perapian dan suara-Nya bagaikan gemuruh air bah. Dan di tangan kanan-Nya ada tujuh bintang: dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua; dan wajah-Nya bercahaya bagaikan matahari yang bersinar dengan terik" (Wahyu 1:12-16). 12 E dou graças ao que me tem confortado, a Cristo Jesus Senhor nosso, porque me teve por fiel, pondo-me no ministério;13 A mim, que dantes fui blasfemo, e perseguidor, e injurioso; mas alcancei misericórdia, porque o fiz ignorantemente, na E a graça de nosso Senhor superabundou com a fé e amor que há em Jesus Esta é uma palavra fiel, e digna de toda a aceitação, que Cristo Jesus veio ao mundo, para salvar os pecadores, dos quais eu sou o Mas por isso alcancei misericórdia, para que em mim, que sou o principal, Jesus Cristo mostrasse toda a sua longanimidade, para exemplo dos que haviam de crer nele para a vida Ora, ao Rei dos séculos, imortal, invisível, ao único Deus sábio, seja honra e glória para todo o sempre. Amém. .