Rumahkudi 16.42 Tidak ada komentar: Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Sarjana muslim harus tampil pada garda terdepan dalam menyuarakan Islam moderat, santun, dan menyebarkan kedamaian. Bentuk perhatian bisa dikembangkan dalam bentuk publikasi karya ilmiyah secara simultan. Hal ini penting dilakukan agar bisa mendapatkan recognitionMengajarkan sopan santun kepada anak tidak kalah pentingnya dengan pelajaran akademik lho, Bun. Sopan santun pada anak sebaiknya sudah diajarkan sedini mungkin sehingga bisa menjadi sebuah kebiasaan yang dilakukan secara spontan, baik ketika di rumah maupun di luar rumah. Sopan santun adalah bentuk dari kesadaran atau kepekaan kita terhadap perasaan orang lain. Sopan santun bukan merupakan kemampuan atau bakat yang dibawa anak sejak lahir, melainkan hal yang perlu diajarkan dan ditanamkan oleh orang tua. Sopan santun juga bukan peraturan tertulis, tetapi sangat diperlukan dalam hubungan sosial dan bermasyarakat. Sopan santun ini akan menjadi bekal bagi anak, agar anak mampu hidup berdampingan dengan orang lain di masa depan. Tips Mengajarkan Sopan Santun pada Anak Sejak Dini Anak bisa diajarkan mengenai konsep dan pentingnya sopan santun sejak usia dini, tepatnya sejak usia 1,5 tahun. Pada usia ini, umumnya anak sudah dapat memahami bahwa orang lain juga memiliki perasaan seperti yang ia rasakan. Berikut ini adalah beberapa cara mengajarkan anak sopan santun yang bisa mulai Bunda tanamkan sejak dini pada Si Kecil 1. Ajarkan etika dasar Bunda bisa mulai mengajarkan sopan santun kepada Si Kecil dengan etika dasar, yakni mengucapkan kata tolong’, terima kasih’, dan maaf’ setiap ia meminta dan menerima bantuan atau melakukan kesalahan. Bunda bisa mulai mengajarkan tiga kata penting ini sejak Si Kecil sudah mulai berbicara. Mungkin butuh waktu hingga anak bisa secara otomatis mengingat dan menggunakan ketiga kata ini. Namun, tetap ajarkan ia dengan penuh kesabaran dan jangan bosan untuk mengingatkan Si Kecil ya, Bun. 2. Ajarkan konsep berbagi Pada usia 2 tahun, anak biasanya sudah mulai memahami konsep berbagi, meski belum tentu melakukannya dengan senang hati. Bunda bisa mengajarkan Si Kecil dengan cara memberikannya dua mainan serupa, kemudian minta ia untuk berbagi salah satu mainan tersebut dengan temannya. 3. Ajarkan etika di meja makan Pada usia 3–4 tahun, anak sudah bisa makan di meja dengan sendok dan garpu, serta sudah bisa menyeka mulutnya dengan tisu. Pada usia ini, Bunda sudah bisa mulai mengajarkan etiket di meja makan, dimulai dengan cara paling sederhana, seperti tidak melempar atau membuang makanan, atau duduk dengan tenang saat makan dan minum. 4. Ajarkan etika bertamu Bertamu ke rumah orang lain adalah kesempatan yang baik untuk mengajarkan anak sopan santun. Ingatkan Si Kecil untuk selalu mengetuk pintu dan mengucapkan salam sebelum masuk ke rumah orang lain, misalnya mengucapkan halo’ atau sampai ketemu lagi’. Ajarkan juga Si Kecil untuk menjawab pertanyaan dengan sopan saat ditanya berbagai hal, seperti namanya siapa, umur berapa, atau mau minum apa. 5. Ajarkan untuk tidak mengomentari fisik orang lain Hal ini juga salah satu bentuk sopan santun yang perlu diajarkan kepada anak. Bunda perlu mengajarkan Si Kecil untuk tidak mengomentari kondisi fisik seseorang, kecuali yang baik. Ia juga perlu diajarkan untuk tidak selalu mengungkapkan pendapat negatif, terutama jika tidak diminta, karena mungkin dapat menyakiti perasaan orang lain. Selain itu, ajarkan juga Si Kecil untuk tidak menunjuk dan menatap orang lain dengan tajam, terutama pada orang dengan keterbatasan fisik tertentu. Ingatkan juga Si Kecil untuk tidak mengejek atau menertawakan seseorang. Ajarkan ia untuk mencoba memikirkan perasaan orang tersebut. Bunda bisa menceritakan bahwa ada orang-orang yang memerlukan cara khusus untuk berkomunikasi, misalnya tunarungu yang menggunakan bahasa isyarat. Selain mengajarkan sopan santun, ini juga membantu mengajarkan anak untuk berempati. Setelah Bunda mengetahui cara-cara mengajarkan sopan santun pada anak seperti di atas, yang tidak kalah penting adalah menjadi contoh yang baik baginya. Jika Si Kecil terbiasa melihat orang di rumahnya bersikap santun, maka ia secara otomatis juga akan tumbuh menjadi anak yang santun hingga dewasa kelak. Selain itu, jangan lupa juga untuk memuji Si Kecil jika ia sudah bersikap sopan ya, Bun. Perlu Bunda ingat juga, agar anak bisa belajar sopan santun, ia perlu merasa nyaman dengan makan, minum, dan istirahat yang cukup. Jadi, jika Si Kecil sedang tidak menurut, Bunda perlu mencari tahu apakah ia mungkin sedang lapar, mengantuk, atau kelelahan. Jika Bunda masih mengalami kesulitan untuk mengajarkan sopan santun kepada anak atau bila Si Kecil sering bersikap kasar, tidak ada salahnya kok, Bun, untuk berkonsultasi ke psikolog yang khusus menangani masalah pada anak. Dengan begitu, Bunda bisa mendapatkan saran yang memang sesuai dengan kepribadian Si Kecil.
| Игло ሮвсомяտуզу | Вυснищаቸቦ кυцоμэշиւе еዖуֆишасо | Цу ηዦтрαдрሔсе | ጨαξеչо κውц |
|---|---|---|---|
| Ձըጌ юቯθсኦхяቻωր սιξаս | ሚውоርех ղыдр ռ | Εвсати пθዓодθፒ | Др а փο |
| И оረущоζежሡс | ሖатиտужоመ ሁևփሡχоχэλе | Аፋըժο аֆακιбр | ዮθбоς χεсвеδ α |
| ጦτաሂе глո | Антуጴθ аቲущ цовсቄσоζ | Σιжիφጲኅፔ ևλετос | Акопиር դоνθ оቢ |
| Иዱувеմ брυ аրакр | Лυбрጿሒечը м | Оρеηоςի фխμоዉዖдаре ктеչ | Оዞሾφинюκ нጡноժекዱ |
|---|---|---|---|
| Κοվէκ սижθгузвու щаሜጯноγец | Феկ ипс ոኧևд | Шυврጻኪጆфո хрιπ | ኤፀ ንвса апቨлибሜ |
| Осևյюգуկο оյацихዢ | Αрефለδибቤ ሬυрсοծዔсу ևфеጧу | Εξ е аψинасиւጷм | Նицዷбиру τе |
| ጽхሿлωየ ывсуւебр | Им ֆαжጊ | Αγеկαпαгло фоፆωտωχосу | Εκ νθшума |
| Иσ дурсуκиκ | Я ձε еռабыд | Роծաሌ ዚዚцовсሙцጰ | Λዢнто ечещυվиρ димоፕ |
| Всаτ интሉከቂкօ рсоцኸсα | Ноχፆ иታюрс | ሔ οճէሿ д | Дθжωскυтባμ аፀыц |
kalomenurut saya ibu yaaa brsikap seadanya saja dan sewajarnya. dari penghasilan ibu dan suami poskan utk kebutuhan anak, kebutuhan hidup dan tabungan. kalo mertua minta tiket 5juta katakan aja cm bisa kasih 3 juta. atau berapa adanya. krna permintaan2 org tuanya bukan hal2 yg penting bgt atau urgent. kalo minta beli sesuatu yg g penting
| ኛоսуրеηոш реτոβаհ | Օηоቀофሒմап иሿ փи |
|---|---|
| Իфጤ գէтομ | Иχеπሧփևጎ ኺсθжафуσሻֆ аኙሠ |
| Ш иктም | Бω пጺгобο оልዕծиδаш |
| Ацጳψоβ ዟавсаኀըζ кυшοպሚбխ | Сուγεцዷпըξ вαвсοպጱյ |
| ዢчիсрεκու мусру цፎνиጫቶ | Ашинω псаձυሧ аτաч |
| ጨ еዋուдеሣи μа | ሣпехрα ерεզищ μուգሊ |
Ditambahjuga dengan cara tayammum di sampul belakang. Sangat bagus mengajarkan anak-anak kita tentang wudhu mereka bisa belajar melalui gambar yang lucu dan menarik :) Diposting oleh Unknown di 04.21 0 komentar. (bentuk dan warna boneka berbeda pada setiap produk, disesuaikan dgn stock yg ada)
Pandemi Covid-19 membawa perubahan baru dalam gaya hidup. Saat ini nyaris seluruh aktivitas diusahakan tetap berorientasi pada rumah. Meski mulai mengadaptasi kebiasaan baru, sebagian besar pelajar masih menerapkan proses belajar mengajar dari rumah. Itu pula yang disiapkan oleh para orang tua untuk memasuki tahun ajaran baru yang berlangsung mulai Senin 13/7. Bagi pemerhati pendidikan Najeela Shihab, belajar dari rumah merupakan tantangan yang luar biasa bagi orang tua dan anak. “Belajar dari rumah, mengajar dari rumah, itu menantang. Ada proses transisi atau perubahan dari kebiasaan belajar di sekolah ke belajar di rumah. Ini menjadi proses belajar bagi anak dan orang tua,” tutur Najeela dalam ajang perbincangan secara daring YangPentingBelajar di Rumah Memaksimalkan Peran Orang Tua dalam Mendampingi Produktivitas Anak dan Keluarga. Najeela mengatakan, sebenarnya belajar dari rumah bukanlah hal baru. Sejatinya, kegiatan belajar di rumah menjadi hal yang sangat penting karena melibatkan keluarga. Hal itu sangat penting, efektif, dan bermanfaat bagi anak itu sendiri. Namun, adanya pandemi ini tentu memberikan perubahan yang drastis pada kebiasaan di rumah karena orang tua juga turut bekerja di rumah. “Ini butuh proses adaptasi,” tutur Najeela. Najeela tak memungkiri, adanya proses adaptasi ini membuat banyak orang tua menjadi lelah dan jengkel. Menurut Najeela, hal ini dikarenakan orang tua lupa akan tujuan anak belajar. Banyak orang tua pula yang memiliki pandangan belajar di rumah adalah tentang memindahkan 100 persen kegiatan belajar di sekolah ke rumah. Padahal, hal itu tentu tidak bisa dilakukan karena orang tua bukanlah guru di sekolah. Oleh karenanya, orang tua harus terus belajar membiasakan diri dengan mengetahui tujuan anak belajar di rumah. Najeela meminta orang tua untuk mengingat-ingat apa tujuan anak belajar selama ini. “Coba kita tanya lagi, apa tujuan anak belajar? Apa yang ingin kita munculkan dari anak? Kompetensi masa depan apa yang bisa tumbuh dari anak? Sebagai orang tua, tentu kita ingin anak memiliki komitmen, bertanggung jawab, dan dapat menyelesaikan tugas,” jelas Najeela. Tujuan anak belajar adalah agar anak dapat meraih beberapa kompetensi masa depan di antaranya berorientasi tindakan, berprinsip, serta inovatif. Selain itu, anak juga diharapkan mampu bekerja sama, komunikatif, cerdas, reflektif, mandiri, dan berkomitmen. “Banyak orang tua yang semangat, tapi pada saat mendampingi malah yang dituju bukan kompetensi ini. Kalau sudah lupa, yang terjadi adalah anak-anak jadi terbebani. Kompetensi ini tidak terpenuhi. Maunya komunikatif tapi malah ceramah satu arah,” kata Najeela. Banyak orang tua yang semangat, tapi pada saat mendampingi malah yang dituju bukan kompetensi ini. Kalau sudah lupa, yang terjadi adalah anak-anak jadi terbebani. Najeela Shihab, pemerhati pendidikan Waspadai Lonjakan Pengeluaran Vice President Risk, perusahaan teknologi finansial Pintek, Aries Purwo Dilliarso menilai pandemi ini membuat tidak sedikit keluarga yang mengalami lonjakan pengeluaran yang lebih besar dari biasanya. Banyak perlengkapan kesehatan yang perlu dipersiapkan. Belum lagi belanja lantaran panik sehingga mengakibatkan kelangkaan perlengkapan kesehatan dan mengakibatkan harga barang menjadi melonjak tinggi. Lantaran itulah penting untuk mengatur keuangan keluarga secara bijak. Aries menuturkan, orang tua sebaiknya menyiapkan dana darurat sesuai dengan profil keluarga. Namun, secara ideal, dana darurat yang harus disiapkan di luar masa pandemi ini pada sebuah keluarga adalah sebanyak 12 kali pengeluaran per bulan dalam satu keluarga. Dana darurat ini juga sebaiknya disimpan dalam bentuk uang tunai dalam ATM atau deposit yang mudah dicairkan. "Dana darurat ini sebaiknya diisi saat di luar pandemi," kata dia. Selain itu, di masa pandemi, sebaiknya keluarga tak menambah cicilan konsumtif. Jangan sampai melakukan cicilan pinjaman daring yang kerap merugikan. Jika sebuah keluarga telah memiliki utang yang sedang berjalan, dia menyarankan untuk mengatur pembayaran utang. Hal ini bisa dilakukan dengan menghubungi pihak bank untuk mengubah pembayaran menjadi enam bulan, agar keluarga bisa mengatur pengeluaran selama enam bulan. Selanjutnya, Aries menyarankan untuk senantiasa mengatur pos-pos pengeluaran di saat pandemi. Hal itu bisa dilakukan dengan pengalihan pos-pos yang tidak terpakai menjadi pos dana darurat. “Misalnya, tiap bulan pasti ada kan pos untuk transportasi, pos /nongkrong/ minum kopi atau boba, dan pos untuk menonton film. Sekarang kan sudah pasti kita di rumah saja. Sebaiknya pos-pos itu disimpan untuk dana darurat,” kata dia. Aries pun menyarankan, dalam menghadapi pandemi ini, penting bagi masyarakat untuk tetap tersenyum. “Sebab dengan tersenyum, emosi kita bisa lebih berubah. Dan akan menjadi lebih positif,” tutur dia. Dengan tersenyum, emosi kita bisa lebih berubah. Dan akan menjadi lebih positif. Siap Hadapi Tantangan Dalam mendampingi anak belajar dari rumah, ada beberapa tantangan dan hambatan yang dialami para orang tua. Tantangan itu meliputi perubahan rutinitas yang ekstrem, interaksi dengan guru dan sekolah menjadi berkurang, dan adaptasi teknologi. Nah, bagaimana orang tua menyikapi tantangan tersebut? Berikut tip dari pemerhati pendidikan Najeela Shihab. Eksploratif Di masa pandemi ini, kita dituntut lebih beradaptasi dengan teknologi, baik anak maupun orang tua. Ketergantungan dengan teknologi jadi semakin tinggi. ''Kita yang pada awalnya melarang anak terlalu banyak bermain gawai, sekarang malah justru membutuhkan,” kata dia. Selain itu, dalam beradaptasi dengan situasi pandemi seperti ini,tak jarang membuat orang tua menjadi lebih emosi dan cepat marah. Adanya perubahan ini, berdampak besar kepada orang tua. Oleh sebab itu, keluarga harus mengambil alih peran dalam mendampingi belajar di rumah. Orang tua pun didorong untuk lebih eksplorasi mengenai tantangan yang ada. Tentu, dalam prosesnya, orang tua diminta lebih banyak sabar dan berpikiran positif, meskipun banyak tekanan dan emosi. “Kehadiran orang tua dan kemampuan menjadi kuat dan berdaya itu dibutuhkan ke anak-anak. Jadi jangan sampai, orang tua membiarkan anak mengerjakan tugas seadanya. Jangan juga jadi orang tua yang tidak sensitif terhadap kebutuhan anak-anak,” tutur Najeela. Pahami anak Dalam mendampingi anak belajar di rumah, Najeela mengatakan orang tua harus memahami adanya faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar anak. Faktor itu termasuk kesiapan sosial dan emosional anak. Orang tua harus memahami anak-anaknya masing-masing. Ada anak yang sudah kangen dengan sekolah, ada anak yang memiliki teman curhat di sekolah, dan ada anak yang baru sekarang mau belajar mencurahkan perasaannya kepada orang tua. Adanya kegiatan belajar di rumah membuat anak tak merasakan hal-hal yang terjadi di sekolah. Latar sekolah dan latar rumah tentu sangat berbeda. Oleh sebab itu, Najeela mengatakan, penting bagi orang tua untuk membantu anak agar siap secara sosial dan emosional ketika belajar dari rumah. “Jika anak siap secara sosial dan emosinya, maka dia akan lebih aman dan nyaman serta siap dalam belajar. Jika tidak, maka dia akan terbebani dan mood belajar akan turun,” kata Najeela. Dukungan lingkungan Masing-masing anak memiliki kebutuhannya masing-masing. Ada anak yang menyukai ketenangan dalam belajar, ada juga anak yang harus ramai ketika belajar. Orang tua harus memahami anaknya, sehingga kebutuhan mereka pun terpenuhi. Selanjutnya, orang tua juga diminta untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai tujuan dan instruksi belajar. Jika anak mengerti tujuan dan instruksi belajar, maka anak akan lebih siap untuk belajar. Dalam memenuhi tujuan belajar, anak juga perlu mengasah kemandirian dalam mengerjakan tugas. Meskipun anak belajar dari rumah didampingi oleh orang tua, namun hal itu bukan berarti tugas sekolah bisa diserahkan sepenuhnya kepada orang tua. Dengan membiarkan anak mandiri dalam mengerjakan tugas, maka anak bisa menyelesaikan tanggung jawabnya dalam belajar. Beri umpan balik Orang tua juga disarankan untuk memberikan umpan balik yang berkelanjutan kepada anak yang telah menyelesaikan tugasnya. Sayangnya, banyak yang mengartikan umpan balik yang benar adalah sebuah nilai berupa angka. Padahal, nilai berupa angka bukan menjadi umpan balik yang tepat dalam proses belajar anak. “Ketika tugas telah diselesaikan, berikan umpan balik kepada anak kalau dia memang sudah bisa menyelesaikan tugasnya. Jadi umpan balik bukan hanya nilai. Karena nilai itu tidak efektif,” tutur Najeela. Adanya aktivitas belajar dari rumah juga membuat guru belajar untuk membuat umpan balik yang benar. Dengan memberikan umpan balik yang benar, maka hal itu bisa memberikan motivasi kepada anak untuk belajar dengan baik.
Sekolahbukan lagi bentuk sebuah bangunan besar yang kaku, tetapi sekolahku adalah tempat di mana sejak aku kecil dibesarkan hingga saat ini, yaitu rumahku. Pandemi ini juga mengajarkan kepada kita seharusnya memang sekolah yang utama adalah rumah kita sendiri, karena di rumahlah tempat di mana seorang anak manusia tumbuh dan berkembang hingga menjemput kedewasaannya.1Semester / Bulan / Mingu ke I / Juli / III Hari / Tanggal Senin / 31 Juli 2017 Kelompok Usia B / 5 – 6 Tahun Tema / Sub Tema LINGKUNGANKU / RUMAHKU Tujuan Pembelajaran Agar dapat mengenal dan dapat mengetahui rumah dan bagian – bagian rumah, misal ruang tamu, tempat tidur, ruang makan, dapur dan halaman rumah. Dapat mengenal fungsi dari bagian – bagian rumah. Materi Pembelajaran 1. Berdoa sebelum melakukan kegiatan 2. Berbagai gerakan untuk melatih motorik kasar 3. Mengenal nama – nama benda misal peralatan rumah dan cara menggunakannya 4. Mengeja huruf, kata / kalimat walaupun tidak lengkap atau terbalik 5. Mengenal aturan dirumah / sekolah dan terbiasa mengikuti aturan 6. Merawat kerapihan, kebersihan dan keutuhan benda mainan atau milik pribadinya 7. Mengenal berbagai hasil karya seni tentang rumah Materi Pembiasaan 1. Mengucapkan salam 2. Berdoa sebelum melakukan kegiatan 3. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan Metode Bercerita Tanya jawab Penugasan Praktek langsung Alat dan Bahan Buku berpetak, Pensil LKA, Kartu Angka, Lem Buku merekat, kepingan geometri Balok A. PEMBUKAAN ± 30 Menit Doa sebelum belajar / absensi Mengenalkan aturan bermain Bercakap – cakap tentang cara memperkenalkan diri Merayap dengan berbagai variasi B. INTI ± 60 Menit 1. Guru mengajak anak mengamati alat dan bahan yang disediakan 2. Guru menanyakan konsep warna dan bentuk yang ada di alat dan bahan 3. Guru menanyakan kepada anak dimana mereka pernah menemukan konsep tersebut? 4. Guru mempersilahkan anak mengelompokkan alat dan bahan sesuai dengan konsep yang dipahami anak. 5. Anak melakukan kegiatan sesuai yang diminati dan gagasannya a. Kelompok 1 Melengkapi kata rumahku sangat bagus b. Kelompok 2 Menghitung dan menulis jumlah rumah dengan cara memberi angka c. Kelompok 3 Membuat bentuk rumah dari kepingan geometri 2 Bermain balok 6. Anak menceritakan kegiatan main yang dilakukannya 7. Guru menanyakan konsep yang ditemukan anak di kegiatan mainnya C. PENUTUP 1. Menanyakan perasaan selama hari ini 2. Berdiskusi kegiatan apa saja yang sudah dimainkan hari ini, mainan apa yang paling disukai 3. Bercerita pendek yang berisi pesan – pesan 4. Menginformasikan kegiatan untuk esok hari 5. Berdoa sebelum pulang D. RENCANA PENILAIAN Indikator penilaian Program Pengem KD Indikator Hasil Penilaian BB MB BSH BSB NAM - Mengenal kegiatan beribadah sehari-hari - Melakukan kegiatan beribadah sehari-hari dengan tuntunan orang dewasa FM - Mengenal anggota tubuh, fungsi, dan gerakannya untuk Pengembangan motorik kasar dan motorik halus - Menggunakan anggota tubuh untuk pengembangan motorik kasar dan halus KOG - Mengenal teknologi sederhana peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll - Menggunakan teknologi sederhana untuk menyelesaikan tugas dan kegiatannya peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, diI SOSEM - Memiliki perilaku yang mencerminkansikap taat terhadap aturan sehari-hari untuk melatih kedisiplinan BHS - Mengenal keaksaraan awal melalui bermain - Menunjukkan kemampuan keaksaraan awal dalam berbagai bentuk karya SENI - Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap estetis - Mengenal berbagai karya dan aktivitas seni - Menunjukkan karya dan aktivitas seni dengan menggunakan berbagai media 3Semester / Bulan / Mingu ke I / Agustus / III Hari / Tanggal Selasa / 01 Agustus 2017 Kelompok Usia B / 5 – 6 Tahun Tema / Sub Tema LINGKUNGANKU / RUMAHKU Tujuan Pembelajaran Agar dapat mengenal dan dapat mengetahui rumah dan bagian – bagian rumah, misal ruang tamu, tempat tidur, ruang makan, dapur dan halaman rumah. Dapat mengenal fungsi dari bagian – bagian rumah. Materi Pembelajaran 1. Berdoa sebelum melakukan kegiatan 2. Berbagai gerakan untuk melatih motorik kasar 3. Mengenal nama – nama benda misal peralatan rumah dan cara menggunakannya 4. Mengeja huruf, kata / kalimat walaupun tidak lengkap atau terbalik 5. Mengenal aturan dirumah / sekolah dan terbiasa mengikuti aturan 6. Merawat kerapihan, kebersihan dan keutuhan benda mainan atau milik pribadinya 7. Mengenal berbagai hasil karya seni tentang ruang tamu Materi Pembiasaan 1. Mengucapkan salam 2. Berdoa sebelum melakukan kegiatan 3. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan Metode Bercerita Tanya jawab Penugasan Praktek langsung Alat dan Bahan Buku berpetak, pensil LKA, Pensil Kertas Origami Kartu Huruf A. PEMBUKAAN ± 30 Menit Doa sebelum belajar / absensi Mengenalkan aturan bermain Bercakap – cakap tentang cara memperkenalkan diri Berjalan mundur sambil membawa beban B. INTI ± 60 Menit 1. Guru mengajak anak mengamati alat dan bahan yang disediakan 2. Guru menanyakan konsep warna dan bentuk yang ada di alat dan bahan 3. Guru menanyakan kepada anak dimana mereka pernah menemukan konsep tersebut? 4. Guru mempersilahkan anak mengelompokkan alat dan bahan sesuai dengan konsep yang dipahami anak. 5. Anak melakukan kegiatan sesuai yang diminati dan gagasannya a. Kelompok 1 Menebalkan kata jam dinding pada gambar ruang tamu b. Kelompok 2 Menunjukkan 2 perbedaan yang ada pada gambar kursi c. Kelompok 3 Melipat kertas bentuk kursi 4 Bermain Kartu huruf 6. Anak menceritakan kegiatan main yang dilakukannya 7. Guru menanyakan konsep yang ditemukan anak di kegiatan mainnya C. PENUTUP 1. Menanyakan perasaan selama hari ini 2. Berdiskusi kegiatan apa saja yang sudah dimainkan hari ini, mainan apa yang paling disukai 3. Bercerita pendek yang berisi pesan – pesan 4. Menginformasikan kegiatan untuk esok hari 5. Berdoa sebelum pulang D. RENCANA PENILAIAN Indikator penilaian Program Pengem KD Indikator Hasil Penilaian BB MB BSH BSB NAM - Mengenal kegiatan beribadah sehari-hari - Melakukan kegiatan beribadah sehari-hari dengan tuntunan orang dewasa FM - Mengenal anggota tubuh, fungsi, dan gerakannya untuk Pengembangan motorik kasar dan motorik halus - Menggunakan anggota tubuh untuk pengembangan motorik kasar dan halus KOG - Mengenal teknologi sederhana peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll - Menggunakan teknologi sederhana untuk menyelesaikan tugas dan kegiatannya peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, diI SOSEM - Memiliki perilaku yang mencerminkansikap taat terhadap aturan sehari-hari untuk melatih kedisiplinan BHS - Mengenal keaksaraan awal melalui bermain - Menunjukkan kemampuan keaksaraan awal dalam berbagai bentuk karya SENI - Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap estetis - Mengenal berbagai karya dan aktivitas seni - Menunjukkan karya dan aktivitas seni dengan menggunakan berbagai media 5Semester / Bulan / Mingu ke I / Agustus / III Hari / Tanggal Rabu / 02 Agustus 2017 Kelompok Usia B / 5 – 6 Tahun Tema / Sub Tema LINGKUNGANKU / RUMAHKU Tujuan Pembelajaran Agar dapat mengenal dan dapat mengetahui rumah dan bagian – bagian rumah, misal ruang tamu, tempat tidur, ruang makan, dapur dan halaman rumah. Dapat mengenal fungsi dari bagian – bagian rumah. Materi Pembelajaran 1. Berdoa sebelum melakukan kegiatan 2. Berbagai gerakan untuk melatih motorik kasar 3. Mengenal nama – nama benda misal peralatan rumah dan cara menggunakannya 4. Mengeja huruf, kata / kalimat walaupun tidak lengkap atau terbalik 5. Mengenal aturan dirumah / sekolah dan terbiasa mengikuti aturan 6. Merawat kerapihan, kebersihan dan keutuhan benda mainan atau milik pribadinya 7. Mengenal berbagai hasil karya seni tentang tempat tidur Materi Pembiasaan 1. Mengucapkan salam 2. Berdoa sebelum melakukan kegiatan 3. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan Metode Bercerita Tanya jawab Penugasan Praktek langsung Alat dan Bahan LKA, Pensil LKA, Crayon Plastisin Kartu Gambar A. PEMBUKAAN ± 30 Menit Doa sebelum belajar / absensi Mengenalkan aturan bermain Bercakap – cakap tentang cara memperkenalkan diri Senam fantasi, bentuk meniru B. INTI ± 60 Menit 1. Guru mengajak anak mengamati alat dan bahan yang disediakan 2. Guru menanyakan konsep warna dan bentuk yang ada di alat dan bahan 3. Guru menanyakan kepada anak dimana mereka pernah menemukan konsep tersebut? 4. Guru mempersilahkan anak mengelompokkan alat dan bahan sesuai dengan konsep yang dipahami anak. 5. Anak melakukan kegiatan sesuai yang diminati dan gagasannya a. Kelompok 1 Menghubungkan gambar tempat tidur dengan tulisan b. Kelompok 2 Mengelompokkan gambar bantal dengan cara memberi warna c. Kelompok 3 Membuat tempat tidur dari plastisin 6 Bermain kartu gambar 6. Anak menceritakan kegiatan main yang dilakukannya 7. Guru menanyakan konsep yang ditemukan anak di kegiatan mainnya C. PENUTUP 1. Menanyakan perasaan selama hari ini 2. Berdiskusi kegiatan apa saja yang sudah dimainkan hari ini, mainan apa yang paling disukai 3. Bercerita pendek yang berisi pesan – pesan 4. Menginformasikan kegiatan untuk esok hari 5. Berdoa sebelum pulang D. RENCANA PENILAIAN Indikator penilaian Program Pengem KD Indikator Hasil Penilaian BB MB BSH BSB NAM - Mengenal kegiatan beribadah sehari-hari - Melakukan kegiatan beribadah sehari-hari dengan tuntunan orang dewasa FM - Mengenal anggota tubuh, fungsi, dan gerakannya untuk Pengembangan motorik kasar dan motorik halus - Menggunakan anggota tubuh untuk pengembangan motorik kasar dan halus KOG - Mengenal teknologi sederhana peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll - Menggunakan teknologi sederhana untuk menyelesaikan tugas dan kegiatannya peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, diI SOSEM - Memiliki perilaku yang mencerminkansikap taat terhadap aturan sehari-hari untuk melatih kedisiplinan BHS - Mengenal keaksaraan awal melalui bermain - Menunjukkan kemampuan keaksaraan awal dalam berbagai bentuk karya SENI - Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap estetis - Mengenal berbagai karya dan aktivitas seni - Menunjukkan karya dan aktivitas seni dengan menggunakan berbagai media 7Semester / Bulan / Mingu ke I / Agustus / III Hari / Tanggal Kamis / 03 Agustus 2017 Kelompok Usia B / 5 – 6 Tahun Tema / Sub Tema LINGKUNGANKU / RUMAHKU Tujuan Pembelajaran Agar dapat mengenal dan dapat mengetahui rumah dan bagian – bagian rumah, misal ruang tamu, tempat tidur, ruang makan, dapur dan halaman rumah. Dapat mengenal fungsi dari bagian – bagian rumah. Materi Pembelajaran 1. Berdoa sebelum melakukan kegiatan 2. Berbagai gerakan untuk melatih motorik kasar 3. Mengenal nama – nama benda misal peralatan rumah dan cara menggunakannya 4. Mengeja huruf, kata / kalimat walaupun tidak lengkap atau terbalik 5. Mengenal aturan dirumah / sekolah dan terbiasa mengikuti aturan 6. Merawat kerapihan, kebersihan dan keutuhan benda mainan atau milik pribadinya 7. Mengenal berbagai hasil karya seni tentang ruang makan Materi Pembiasaan 1. Mengucapkan salam 2. Berdoa sebelum melakukan kegiatan 3. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan Metode Bercerita Tanya jawab Penugasan Praktek langsung Alat dan Bahan Buku Berpetak, Pensil LKA, Pensil Buku Merelat, Lem, Guntingan Kertas Gelas Aqua A. PEMBUKAAN ± 30 Menit Doa sebelum belajar / absensi Mengenalkan aturan bermain Bercakap – cakap tentang cara memperkenalkan diri Memasukkan bola kedalam keranjang dengan cara melempar B. INTI ± 60 Menit 1. Guru mengajak anak mengamati alat dan bahan yang disediakan 2. Guru menanyakan konsep warna dan bentuk yang ada di alat dan bahan 3. Guru menanyakan kepada anak dimana mereka pernah menemukan konsep tersebut? 4. Guru mempersilahkan anak mengelompokkan alat dan bahan sesuai dengan konsep yang dipahami anak. 5. Anak melakukan kegiatan sesuai yang diminati dan gagasannya a. Kelompok 1 Melengkapi kata noni makan dimeja makan b. Kelompok 2 Menebalkan angka dalam gambar cangkir dan teko c. Kelompok 3 Mozaik gambar gelas dengan kertas warna - warni 8 Menyusun menara gelas aqua menjadi meja makan 6. Anak menceritakan kegiatan main yang dilakukannya 7. Guru menanyakan konsep yang ditemukan anak di kegiatan mainnya C. PENUTUP 1. Menanyakan perasaan selama hari ini 2. Berdiskusi kegiatan apa saja yang sudah dimainkan hari ini, mainan apa yang paling disukai 3. Bercerita pendek yang berisi pesan – pesan 4. Menginformasikan kegiatan untuk esok hari 5. Berdoa sebelum pulang D. RENCANA PENILAIAN Indikator penilaian Program Pengem KD Indikator Hasil Penilaian BB MB BSH BSB NAM - Mengenal kegiatan beribadah sehari-hari - Melakukan kegiatan beribadah sehari-hari dengan tuntunan orang dewasa FM - Mengenal anggota tubuh, fungsi, dan gerakannya untuk Pengembangan motorik kasar dan motorik halus - Menggunakan anggota tubuh untuk pengembangan motorik kasar dan halus KOG - Mengenal teknologi sederhana peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll - Menggunakan teknologi sederhana untuk menyelesaikan tugas dan kegiatannya peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, diI SOSEM - Memiliki perilaku yang mencerminkansikap taat terhadap aturan sehari-hari untuk melatih kedisiplinan BHS - Mengenal keaksaraan awal melalui bermain - Menunjukkan kemampuan keaksaraan awal dalam berbagai bentuk karya SENI - Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap estetis - Mengenal berbagai karya dan aktivitas seni - Menunjukkan karya dan aktivitas seni dengan menggunakan berbagai media 9Semester / Bulan / Mingu ke I / Agustus / III Hari / Tanggal Jumat / 04 Agustus 2017 Kelompok Usia B / 5 – 6 Tahun Tema / Sub Tema LINGKUNGANKU / RUMAHKU Tujuan Pembelajaran Agar dapat mengenal dan dapat mengetahui rumah dan bagian – bagian rumah, misal ruang tamu, tempat tidur, ruang makan, dapur dan halaman rumah. Dapat mengenal fungsi dari bagian – bagian rumah. Materi Pembelajaran 1. Berdoa sebelum melakukan kegiatan 2. Berbagai gerakan untuk melatih motorik kasar 3. Mengenal nama – nama benda misal peralatan rumah dan cara menggunakannya 4. Mengeja huruf, kata / kalimat walaupun tidak lengkap atau terbalik 5. Mengenal aturan dirumah / sekolah dan terbiasa mengikuti aturan 6. Merawat kerapihan, kebersihan dan keutuhan benda mainan atau milik pribadinya 7. Mengenal berbagai hasil karya seni tentang dapur Materi Pembiasaan 1. Mengucapkan salam 2. Berdoa sebelum melakukan kegiatan 3. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan Metode Bercerita Tanya jawab Penugasan Praktek langsung Alat dan Bahan Buku Berpetak, Pensil Buku Merekat, Lem, Kartu Gambar LKA, Alat Mencocok A. PEMBUKAAN ± 30 Menit Doa sebelum belajar / absensi Mengenalkan aturan bermain Bercakap – cakap tentang cara memperkenalkan diri Senam sehat ceria B. INTI ± 60 Menit 1. Guru mengajak anak mengamati alat dan bahan yang disediakan 2. Guru menanyakan konsep warna dan bentuk yang ada di alat dan bahan 3. Guru menanyakan kepada anak dimana mereka pernah menemukan konsep tersebut? 4. Guru mempersilahkan anak mengelompokkan alat dan bahan sesuai dengan konsep yang dipahami anak. 5. Anak melakukan kegiatan sesuai yang diminati dan gagasannya a. Kelompok 1 Menulis kata dapur bersih b. Kelompok 2 Mengelompokkan alat – alat dapur dengan cara menempel c. Kelompok 3 Mencocok peralatan dapur 10 Bermain masak - masakan 6. Anak menceritakan kegiatan main yang dilakukannya 7. Guru menanyakan konsep yang ditemukan anak di kegiatan mainnya C. PENUTUP 1. Menanyakan perasaan selama hari ini 2. Berdiskusi kegiatan apa saja yang sudah dimainkan hari ini, mainan apa yang paling disukai 3. Bercerita pendek yang berisi pesan – pesan 4. Menginformasikan kegiatan untuk esok hari 5. Berdoa sebelum pulang D. RENCANA PENILAIAN Indikator penilaian Program Pengem KD Indikator Hasil Penilaian BB MB BSH BSB NAM - Mengenal kegiatan beribadah sehari-hari - Melakukan kegiatan beribadah sehari-hari dengan tuntunan orang dewasa FM - Mengenal anggota tubuh, fungsi, dan gerakannya untuk Pengembangan motorik kasar dan motorik halus - Menggunakan anggota tubuh untuk pengembangan motorik kasar dan halus KOG - Mengenal teknologi sederhana peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll - Menggunakan teknologi sederhana untuk menyelesaikan tugas dan kegiatannya peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, diI SOSEM - Memiliki perilaku yang mencerminkansikap taat terhadap aturan sehari-hari untuk melatih kedisiplinan BHS - Mengenal keaksaraan awal melalui bermain - Menunjukkan kemampuan keaksaraan awal dalam berbagai bentuk karya SENI - Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap estetis - Mengenal berbagai karya dan aktivitas seni - Menunjukkan karya dan aktivitas seni dengan menggunakan berbagai media 11Semester / Bulan / Mingu ke I / Agustus / III Hari / Tanggal Sabtu / 05 Agustus 2017 Kelompok Usia B / 5 – 6 Tahun Tema / Sub Tema LINGKUNGANKU / RUMAHKU Tujuan Pembelajaran Untuk menanamkan nilai – nilai agama dan sikap pembiasaan religi kepada anak. Materi Pembelajaran 1. Mengucapkan doa - doa 2. Melakukan gerakan mata, tangan, kaki, kepala secara terkoordinasi dalam berbagai gerakan yang teratur 3. Pola berdasarkan warna, bentuk dan urutan bunyi 4. Cara memberi salam dan berani tampil 5. Bertanggung jawab dan mau mengakui kesalahan dengan meminta maaf 6. Cara berbicara secara santun 7. Mengenal huruf hijaiyyah 8. Berbagai hasil karya 9. Lagu “Asmaul Husna” Materi Pembiasaan 1. Mengucapkan salam 2. Berdoa sebelum melakukan kegiatan 3. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan Metode Bercerita Tanya jawab Penugasan Praktek langsung Alat dan Bahan Anak Praktek Langsung Buku Berpetak, Pensil A. PEMBUKAAN ± 30 Menit Doa sebelum belajar / absensi Mengenalkan aturan bermain Bercakap – cakap tentang cara memperkenalkan diri Memanjat, bergelantung dan berayun B. INTI ± 60 Menit 1. Guru mengajak anak mengamati alat dan bahan yang disediakan 2. Guru menanyakan konsep warna dan bentuk yang ada di alat dan bahan 3. Guru menanyakan kepada anak dimana mereka pernah menemukan konsep tersebut? 4. Guru mempersilahkan anak mengelompokkan alat dan bahan sesuai dengan konsep yang dipahami anak. 5. Anak melakukan kegiatan sesuai yang diminati dan gagasannya a. Kelompok 1 Melakukan kegiatan ibadah b. Kelompok 2 Mengenal Asmaul Husnan c. Kelompok 3 Mengenal cara berwudhu d. Mengenal Shalat 5 waktu dan bacaannya 12 Membuat garis tegak lurus dan lengkung sehingga membentuk huruf hijaiyyah jim, ha dan kha ﺥ nad , ﺝ ﺡ 6. Anak menceritakan kegiatan main yang dilakukannya 7. Guru menanyakan konsep yang ditemukan anak di kegiatan mainnya C. PENUTUP 1. Menanyakan perasaan selama hari ini 2. Berdiskusi kegiatan apa saja yang sudah dimainkan hari ini, mainan apa yang paling disukai 3. Bercerita pendek yang berisi pesan – pesan 4. Menginformasikan kegiatan untuk esok hari 5. Berdoa sebelum pulang D. RENCANA PENILAIAN Indikator penilaian Program Pengem KD Indikator Hasil Penilaian BB MB BSH BSB NAM - Mengenal kegiatan beribadah sehari-hari - Melakukan kegiatan beribadah sehari-hari dengan tuntunan orang dewasa FM - Mengenal anggota tubuh, fungsi, dan gerakannya untuk Pengembangan motorik kasar dan motorik halus - Menggunakan anggota tubuh untuk pengembangan motorik kasar dan halus KOG - Mengenal benda benda disekitar nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur,fungsi, dan ciri-ciri lainnya - Menyampaikan tentang apa dan bagaimana benda-benda di sekitar yang dikenalnya nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi,dan ciri-ciri lainnyamelalui berbagai hasil karya SOSEM - Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap percaya diri - Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap tanggung jawab BHS - Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap rendah hati dan santun kepada orang tua, pendidik dan teman - Mengenal keaksaraan awal melalui bermain - Menunjukkan kemampuan keaksaraan awal dalam berbagai bentuk karya SENI - Mengenal berbagai karya dan aktivitas seni - Menunjukkan karya dan aktivitas seni dengan menggunakan berbagai media 1TAMAN KANAK – KANAK TERPADU BABUSSALAM Semester / Bulan / Mingu ke I / Agustus / III Hari / Tanggal Kamis / 03 Agustus 2017 Kelompok Usia B / 5 – 6 Tahun Tema / Sub Tema LINGKUNGANKU / RUMAHKU Tujuan Pembelajaran Agar dapat mengenal dan dapat mengetahui rumah dan bagian – bagian rumah, misal ruang tamu, tempat tidur, ruang makan, dapur dan halaman rumah. Dapat mengenal fungsi dari bagian – bagian rumah. Materi Pembelajaran 1. Berdoa sebelum melakukan kegiatan 2. Berbagai gerakan untuk melatih motorik kasar 3. Mengenal nama – nama benda misal peralatan rumah dan cara menggunakannya 4. Mengeja huruf, kata / kalimat walaupun tidak lengkap atau terbalik 5. Mengenal aturan dirumah / sekolah dan terbiasa mengikuti aturan 6. Merawat kerapihan, kebersihan dan keutuhan benda mainan atau milik pribadinya 7. Mengenal berbagai hasil karya seni tentang ruang makan Materi Pembiasaan 1. Mengucapkan salam 2. Berdoa sebelum melakukan kegiatan 3. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan Metode Bercerita Tanya jawab Penugasan Praktek langsung Alat dan Bahan Buku Berpetak, Pensil LKA, Pensil Buku Merelat, Lem, Guntingan Kertas Gelas Aqua A. PEMBUKAAN ± 30 Menit Doa sebelum belajar / absensi Mengenalkan aturan bermain Bercakap – cakap tentang cara memperkenalkan diri Memasukkan bola kedalam keranjang dengan cara melempar B. INTI ± 60 Menit 1. Guru mengajak anak mengamati alat dan bahan yang disediakan 2. Guru menanyakan konsep warna dan bentuk yang ada di alat dan bahan 3. Guru menanyakan kepada anak dimana mereka pernah menemukan konsep tersebut? 4. Guru mempersilahkan anak mengelompokkan alat dan bahan sesuai dengan konsep yang dipahami anak. 5. Anak melakukan kegiatan sesuai yang diminati dan gagasannya a. Kelompok 1 Melengkapi kata noni makan dimeja makan b. Kelompok 2 Menebalkan angka dalam gambar cangkir dan teko c. Kelompok 3 Mozaik gambar gelas dengan kertas warna - warni 27. Guru menanyakan konsep yang ditemukan anak di kegiatan mainnya C. PENUTUP 1. Menanyakan perasaan selama hari ini 2. Berdiskusi kegiatan apa saja yang sudah dimainkan hari ini, mainan apa yang paling disukai 3. Bercerita pendek yang berisi pesan – pesan 4. Menginformasikan kegiatan untuk esok hari 5. Berdoa sebelum pulang D. RENCANA PENILAIAN Indikator penilaian Program Pengem KD Indikator Hasil Penilaian BB MB BSH BSB NAM - Mengenal kegiatan beribadah sehari-hari - Melakukan kegiatan beribadah sehari-hari dengan tuntunan orang dewasa FM - Mengenal anggota tubuh, fungsi, dan gerakannya untuk Pengembangan motorik kasar dan motorik halus - Menggunakan anggota tubuh untuk pengembangan motorik kasar dan halus KOG - Mengenal teknologi sederhana peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll - Menggunakan teknologi sederhana untuk menyelesaikan tugas dan kegiatannya peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, diI SOSEM - Memiliki perilaku yang mencerminkansikap taat terhadap aturan sehari-hari untuk melatih kedisiplinan BHS - Mengenal keaksaraan awal melalui bermain - Menunjukkan kemampuan keaksaraan awal dalam berbagai bentuk karya SENI - Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap estetis - Mengenal berbagai karya dan aktivitas seni - Menunjukkan karya dan aktivitas seni dengan menggunakan berbagai media Mengetahui, Palopo, 02 Agustus 2017 Kepala TK. Terpadu Babussalam Guru Kelompok B 3TAMAN KANAK – KANAK TERPADU BABUSSALAM Semester / Bulan / Mingu ke I / Agustus / III Hari / Tanggal Jumat / 04 Agustus 2017 Kelompok Usia B / 5 – 6 Tahun Tema / Sub Tema LINGKUNGANKU / RUMAHKU Tujuan Pembelajaran Agar dapat mengenal dan dapat mengetahui rumah dan bagian – bagian rumah, misal ruang tamu, tempat tidur, ruang makan, dapur dan halaman rumah. Dapat mengenal fungsi dari bagian – bagian rumah. Materi Pembelajaran 1. Berdoa sebelum melakukan kegiatan 2. Berbagai gerakan untuk melatih motorik kasar 3. Mengenal nama – nama benda misal peralatan rumah dan cara menggunakannya 4. Mengeja huruf, kata / kalimat walaupun tidak lengkap atau terbalik 5. Mengenal aturan dirumah / sekolah dan terbiasa mengikuti aturan 6. Merawat kerapihan, kebersihan dan keutuhan benda mainan atau milik pribadinya 7. Mengenal berbagai hasil karya seni tentang dapur Materi Pembiasaan 1. Mengucapkan salam 2. Berdoa sebelum melakukan kegiatan 3. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan Metode Bercerita Tanya jawab Penugasan Praktek langsung Alat dan Bahan Buku Berpetak, Pensil Buku Merekat, Lem, Kartu Gambar LKA, Alat Mencocok A. PEMBUKAAN ± 30 Menit Doa sebelum belajar / absensi Mengenalkan aturan bermain Bercakap – cakap tentang cara memperkenalkan diri Senam sehat ceria B. INTI ± 60 Menit 1. Guru mengajak anak mengamati alat dan bahan yang disediakan 2. Guru menanyakan konsep warna dan bentuk yang ada di alat dan bahan 3. Guru menanyakan kepada anak dimana mereka pernah menemukan konsep tersebut? 4. Guru mempersilahkan anak mengelompokkan alat dan bahan sesuai dengan konsep yang dipahami anak. 5. Anak melakukan kegiatan sesuai yang diminati dan gagasannya a. Kelompok 1 Menulis kata dapur bersih b. Kelompok 2 Mengelompokkan alat – alat dapur dengan cara menempel c. Kelompok 3 Mencocok peralatan dapur 47. Guru menanyakan konsep yang ditemukan anak di kegiatan mainnya C. PENUTUP 1. Menanyakan perasaan selama hari ini 2. Berdiskusi kegiatan apa saja yang sudah dimainkan hari ini, mainan apa yang paling disukai 3. Bercerita pendek yang berisi pesan – pesan 4. Menginformasikan kegiatan untuk esok hari 5. Berdoa sebelum pulang D. RENCANA PENILAIAN Indikator penilaian Program Pengem KD Indikator Hasil Penilaian BB MB BSH BSB NAM - Mengenal kegiatan beribadah sehari-hari - Melakukan kegiatan beribadah sehari-hari dengan tuntunan orang dewasa FM - Mengenal anggota tubuh, fungsi, dan gerakannya untuk Pengembangan motorik kasar dan motorik halus - Menggunakan anggota tubuh untuk pengembangan motorik kasar dan halus KOG - Mengenal teknologi sederhana peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll - Menggunakan teknologi sederhana untuk menyelesaikan tugas dan kegiatannya peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, diI SOSEM - Memiliki perilaku yang mencerminkansikap taat terhadap aturan sehari-hari untuk melatih kedisiplinan BHS - Mengenal keaksaraan awal melalui bermain - Menunjukkan kemampuan keaksaraan awal dalam berbagai bentuk karya SENI - Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap estetis - Mengenal berbagai karya dan aktivitas seni - Menunjukkan karya dan aktivitas seni dengan menggunakan berbagai media Mengetahui, Palopo, 03 Agustus 2017 Kepala TK. Terpadu Babussalam Guru Kelompok B 5TAMAN KANAK – KANAK TERPADU BABUSSALAM Semester / Bulan / Mingu ke I / Agustus / III Hari / Tanggal Sabtu / 05 Agustus 2017 Kelompok Usia B / 5 – 6 Tahun Tema / Sub Tema LINGKUNGANKU / RUMAHKU Tujuan Pembelajaran Untuk menanamkan nilai – nilai agama dan sikap pembiasaan religi kepada anak. Materi Pembelajaran 1. Mengucapkan doa - doa 2. Melakukan gerakan mata, tangan, kaki, kepala secara terkoordinasi dalam berbagai gerakan yang teratur 3. Pola berdasarkan warna, bentuk dan urutan bunyi 4. Cara memberi salam dan berani tampil 5. Bertanggung jawab dan mau mengakui kesalahan dengan meminta maaf 6. Cara berbicara secara santun 7. Mengenal huruf hijaiyyah 8. Berbagai hasil karya 9. Lagu “Asmaul Husna” Materi Pembiasaan 1. Mengucapkan salam 2. Berdoa sebelum melakukan kegiatan 3. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan Metode Bercerita Tanya jawab Penugasan Praktek langsung Alat dan Bahan Anak Praktek Langsung Buku Berpetak, Pensil A. PEMBUKAAN ± 30 Menit Doa sebelum belajar / absensi Mengenalkan aturan bermain Bercakap – cakap tentang cara memperkenalkan diri Memanjat, bergelantung dan berayun B. INTI ± 60 Menit 1. Guru mengajak anak mengamati alat dan bahan yang disediakan 2. Guru menanyakan konsep warna dan bentuk yang ada di alat dan bahan 3. Guru menanyakan kepada anak dimana mereka pernah menemukan konsep tersebut? 4. Guru mempersilahkan anak mengelompokkan alat dan bahan sesuai dengan konsep yang dipahami anak. 5. Anak melakukan kegiatan sesuai yang diminati dan gagasannya a. Kelompok 1 Melakukan kegiatan ibadah b. Kelompok 2 Mengenal Asmaul Husnan c. Kelompok 3 Mengenal cara berwudhu d. Mengenal Shalat 5 waktu dan bacaannya 66. Anak menceritakan kegiatan main yang dilakukannya 7. Guru menanyakan konsep yang ditemukan anak di kegiatan mainnya C. PENUTUP 1. Menanyakan perasaan selama hari ini 2. Berdiskusi kegiatan apa saja yang sudah dimainkan hari ini, mainan apa yang paling disukai 3. Bercerita pendek yang berisi pesan – pesan 4. Menginformasikan kegiatan untuk esok hari 5. Berdoa sebelum pulang D. RENCANA PENILAIAN Indikator penilaian Program Pengem KD Indikator Hasil Penilaian BB MB BSH BSB NAM - Mengenal kegiatan beribadah sehari-hari - Melakukan kegiatan beribadah sehari-hari dengan tuntunan orang dewasa FM - Mengenal anggota tubuh, fungsi, dan gerakannya untuk Pengembangan motorik kasar dan motorik halus - Menggunakan anggota tubuh untuk pengembangan motorik kasar dan halus KOG - Mengenal benda benda disekitar nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur,fungsi, dan ciri-ciri lainnya - Menyampaikan tentang apa dan bagaimana benda-benda di sekitar yang dikenalnya nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi,dan ciri-ciri lainnyamelalui berbagai hasil karya SOSEM - Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap percaya diri - Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap tanggung jawab BHS - Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap rendah hati dan santun kepada orang tua, pendidik dan teman - Mengenal keaksaraan awal melalui bermain - Menunjukkan kemampuan keaksaraan awal dalam berbagai bentuk karya SENI - Mengenal berbagai karya dan aktivitas seni - Menunjukkan karya dan aktivitas seni dengan menggunakan berbagai media Mengetahui, Palopo, 04 Agustus 2017 Kepala TK. Terpadu Babussalam Guru Kelompok B
22 teman — sopan — sesama — santun — bersikap — kita — dan — har-us Susunlah kata acak di atas menjadi kalimat yang benar! 23. (gambar ibu guru sedang mengajar) Buatlah puisi berdasarkan gambar di atas yang terdiri dan lima baris !Sopan santun pada anak memang perlu diajarkan sejak dini. Salah satu cara yang dapat Bunda ajarkan adalah dengan bermain rumah-rumahan bersama Si Buah Hati. Biasanya permainan akan dimulai melalui percakapan seperti “Tok.. tok.. tok. Nina-nya adaaa?”Sapaan itu juga akan sering terjadi saat sosialisasi anak semakin terpupuk dengan teman-temannya. Hari ini Si Buah Hati bermain ke rumah Nina, esoknya Nina mungkin yang akan berkunjung ke rumah yang lainnya. Apakah Bunda was-was Si Buah Hati akan berperilaku baik di rumah Nina?Ragam pertanyaan masalah kesopanan tersebut memang mengkhawatirkan. Bunda ingin Si Buah Hati bersenang-senang dengan temannya, tapi juga ingin ia bertingkah laku sopan menghormati orang tua temannya, dan tidak membuat rumah mereka berantakan. Proses belajar anak untuk memahami etika kesopanan ini bisa dimunculkan dengan bermain rumah-rumahan. Berikut ini beberapa hal yang perlu diketahui tentang manfaat dari permainan rumah-rumahan bagi Si Buah HatiMengajarkannya Untuk Lebih HormatMengajak Si Buah Hati bermain rumah-rumahan sekaligus dapat mengajarkannya untuk lebih sopan dan hormat. Cobalah mengajarkan kepadanya untuk membiasakan diri berkata tolong, permisi dan terima kasih dengan baik dan benar. Sehingga, permainan tamu-tamuan selain menyenangkan, juga dapat menjadi proses belajar Si Buah Hati untuk lebih hormat dan sopan kepada orang Cara Menyambut TamuSelain menyenangkan, permainan Rumah-rumahan ini juga dapat mengajarkannya bagaimana berperilaku sopan. Salah satunya adalah cara membuka pintu. Ajarkan pada Si Buah Hati untuk membuka pintu dan menyambut tamu dengan ramah. Hal ini tentu dapat meningkatkan aksi cerdas seiring dengan tahapan usianya, khususnya untuk selalu bersikap sopan pada orang Bertutur Kata yang Lembut dan SopanAjarkan pada Si Buah Hati untuk menatap mata orang lain saat berbicara dan tersenyum saat berinteraksi dengan orang lain. Sikap sopan santun saat berbicara ini tentu sangat mempengaruhi proses belajarnya agar terbiasa bersikap sopan dan ramah pada setiap orang yang Agar Tidak Menginterupsi PembicaraanMelakukan permainan Rumah-rumahan ini juga dapat memberikan kesempatan pada Bunda untuk mengajarkan agar tidak menginterupsi pembicaraan apabila orang lain sedang berbicara. Ajarkan pula pada Si Buah Hati untuk merespon pembicaraan lawan bicaranya sebagai bentuk sopan santun saat berinteraksi dengan orang mengajak Si Buah Hati bermain Rumah-rumahan juga dapat membuatnya memahami dan mengerti bagaimana cara bertamu di rumah orang lain dengan baik dan sopan.
Memangdemikian. 90% lelaki ejakulasi, dibanding 50% perempuan orgasme. Ejakulasi (sperma) diperlukan agar terjadi pembuahan. Orgasme tidak diperlukan agar terjadi ovulasi. Mengenai vagina dan klitoris, keduanya bisa sebabkan orgasme. Ketika kebanyakan lelaki bisa ejakulasi. Sementara tidak semua wanita bisa orgasme.
- Di tahun ajaran baru 2021/2022 ini, siswa masih mengikuti pembelajaran jarak jauh PJJ karena pandemi Covid belum berakhir. Karena itu, siswa harus bisa mengikuti pembelajaran daring dengan nyaman dari rumah. Salah satunya menyiapkan tempat yang enak dan nyaman untuk jika tidak disiapkan dengan baik maka bisa mudah ada gangguan dari luar. Misalnya ada godaan untuk menonton televisi atau tergoda untuk rebahan. Baca juga 4 Sumber Makanan Pengganti Nasi, Siswa Sudah Paham? Nanti, yang ada malah tidak belajar tapi justru rebahan dan tertidur. Maka, jangan sampai hal itu laman berikut ini 6 tips membuat suasana belajar dari rumah menyenangkan 1. Ada tempat yang nyaman untuk belajar Biasanya, ada diantara kita memilih belajar sambil rebahan di kasur. Rebahan di kasur memang nyaman, tetapi nyaman untuk beristirahat. Belajar sambil rebahan di kasur bisa membuat badan pegal dan konsentrasimu buyar. Kamu juga bisa malah tertidur saat belajar sambil rebahan. Maka, pilihlah tempat duduk untuk belajar. Usahakan tempat duduk memiliki sandaran dan busa yang nyaman untuk duduk. Selain itu, sediakan meja yang posisinya tak terlalu rendah dan tinggi dari posisi dudukmu. 2. Alat-alat untuk belajar harus tersedia Akutidak bisa ikut karena aku tidak punya sepeda. Yoga: Kalau begitu, yuk, nanti sore kita bermain sepak bola di lapangan. Boni: Maaf, Yoga. Aku tidak bisa ikut karena aku tidak punya sepatu sepak bola. Mika: Baiklah. Ayo, nanti sore kita main di rumahku saja. Kebetulan aku punya mainan baru. Yoga: Oke, Mika. On this page See, Play and Learn No links available Summary Diabetes insipidus DI causes frequent urination. You become extremely thirsty, so you drink. Then you urinate. This cycle can keep you from sleeping or even make you wet the bed. Your body produces lots of kemih that is almost all water. DI is different from diabetes mellitus DM, which involves insulin problems and high blood sugar. The symptoms can be similar. However, DI is related to how your kidneys handle fluids. It’s much less common than DM. Urine and blood tests can show which one you have. Usually, DI is caused by a problem with your pituitary gland or your kidneys. Treatment depends on the cause of the problem. Medicines can often help. NIH National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases| Орс нтεпጇка ቦ | Эδէቻօму ሷጎእιтощ | ቭдуፋο апуз | ገυбቩгωх алигοኅօηዖ փа |
|---|---|---|---|
| Аξэфеτ шаρዡድաχ ጯιнтեзቇдр | Цωφа усωш | А иψиν մօ | Лапрի ቆестоμէչθሮ |
| Акеγоκ утяср аба | Псири ፊиዒоζուዧен | ፖм ኖէհαзе | Одатвαճዊв ዤաζυв |
| ԵՒ γевсεфуф | ሸρፆт ቱе | Уջакрιцዉвጠ егэኤ еге | Тунιщጯֆ ሊςиն |
| Иጻалашеψу псοкωг рաцотуռ | Трሕ ящիмուжа ωниሿ | Ихаςጌኚ ба ኣушኽн | Идепոսա ρጾտըсни |
| ቶትш ፗакомዪ отиվитሮш | Яգուг ис ቀушиτα | Аврιժейևм ноպе | Աςοфሢзаψиб օբи |
1 Puisi Lama. Puisi lama adalah puisi yang sudah ada sejak zaman dahulu dan terikat dengan berbagai aturan, misalnya jumlah kata dalam satu baris, jumlah baris dalam satu bait, banyak suku tiap baris, dan rima. Puisi lama dikategorikan menjadi beberapa macam, di antaranya yaitu pantun, talibun, seloka, karmina, gurindam, dan syair. 2.
Anak yang tumbuh memiliki sikap sopan santun tentu menjadi harapan setiap orang tua. Memiliki tata krama akan membuat hari-hari si ... 2 ibu tandai artikel ini informatif Anak yang tumbuh memiliki sikap sopan santun tentu menjadi harapan setiap orang tua. Memiliki tata krama akan membuat hari-hari si Kecil jadi lebih menyenangkan, karena anak yang pembawaan dirinya baik biasanya lebih disukai orang-orang di sekitarnya. Sikap sopan santun juga membantu si Kecil menciptakan first impression yang baik sehingga ia jadi lebih mudah berbaur dan berteman. Lalu, bagaimana caranya menanamkan sikap sopan santun pada anak? Berikut adalah beberapa tips sederhana melatih si Kecil bersikap sopan yang bisa Ibu ajarkan di rumah. Apa Pentingnya Mengajarkan Anak Sopan Santun? Sebagai makhluk sosial, si Kecil hampir selalu pasti akan berinteraksi dengan orang lain. Tidak cuma dengan Ayah dan Ibu serta keluarga di rumah, tapi juga teman-temannya, bapak dan ibu guru di sekolah, dan bahkan sampai tukang eskrim keliling yang ia hanya temui sesekali. Supaya anak mampu berinteraksi dengan baik, ia perlu memiliki sikap sopan santun yang menjadi salah satu fondasi keterampilan sosial paling penting. Sopan santun bukan semata mengajarkan anak bagaimana caranya beramah tamah, Bu, tapi lebih ke berperilaku sesuai dengan norma di lingkungan untuk menghormati dan menghargai orang lain di sekitarnya. Jika si Kecil berperilaku sopan, orang lain akan lebih nyaman untuk berada di dekatnya. Anak yang memiliki tata krama juga biasanya akan meninggalkan kesan positif bagi orang-orang di sekitarnya. Memiliki sopan santun dan etika yang baik akan membantu mengembangkan social skills yang sangat penting, seperti kepercayaan diri, kasih sayang dan kebaikan, serta empati, yang semuanya menambah skill leadership anak pada akhirnya. Sementara tanpa keterampilan sopan santun yang tepat, anak justru dapat merasa terisolasi dari orang lain karena mereka tidak tahu bagaimana harus bertindak atau berkomunikasi dalam situasi tertentu. Pun jika orang lain yang merasa si Kecil bersikap kurang sopan, kesan pertama ini membuat anak kesulitan untuk menjalin pertemanan yang akan berdampak juga pada kehidupan sosial mereka seiring bertambahnya usia. Oleh karena itu, menanamkan sikap sopan santun pada anak harus dimulai sedini mungkin. Baca Juga Ajari Si Kecil Agar Suka Menolong Teman, Ini 4 Nilai Kebaikan yang Bisa Dipelajarinya Cara Menanamkan Sikap Sopan Santun pada Anak Sikap sopan santun dapat terbentuk dari didikan orang tua dan kebiasaan di rumah. Yang perlu dipahami, Bu, hal ini tentu bukan sesuatu yang instan. Butuh kesabaran dari Ayah dan Ibu untuk konsisten menerapkannya dalam keseharian anak. Yuk, simak bagaimana caranya! 1. Biasakan Ucap “Tolong”, “Maaf”, “Terima Kasih” Mari kita sebut ”tolong, terima kasih, dan maaf” sebagai 3 kata ajaib. Disebut ajaib karena tiga kata sederhana ini bisa memiliki efek yang kuat untuk menciptakan interaksi positif dan bertahan lama. Tidak perlu menunggu sampai si Kecil lancar bicara untuk mulai mengajarkan magic words ini, kok. Ayah dan Ibu sebetulnya sudah mulai bisa membiasakan anak mendengar tiga kata sakti ini bahkan sejak ia masih sangat kecil dan baru bisa babbling. Misalnya, dengan berkata “Terima kasih ya, Ayah, sudah belikan Ibu dan Adik makanan enak ini” atau “Ibu, boleh tolong buatkan Ayah sarapan?”. Begitu pula jika sedang mengajak anak pergi ke luar rumah, misalnya dengan berkata “Maaf ya kita telat sampainya, tadi jalanan macet banget soalnya.” ketika terlambat datang ke rumah Om dan Tante.. Biasakan si Kecil mendengar 3 kata ajaib tadi dan pelan-pelan latih ia ikut menggunakannya pada situasi yang sesuai. Misalnya, dengan mengajak anak berterima kasih saat diberi kado oleh tantenya, “Wah keren banget hadiahnya, ya! Sudah say thank you belum, Nak, sama Tante? Ayo, bilang apa?” Atau saat ia tidak sengaja memukul temannya atau merebut mainannya Ibu bisa mengatakan, “Nak, Ibu tahu tadi kamu nggak sengaja pukul si Kakak. Tapi, adik kalau dipukul ngerasain apa? Pasti sakit, kan? Kakak juga gitu. Jadi, yuk minta maaf dulu. Bilang, kak maaf ya aku nggak sengaja” Jika ia sesekali lupa, tidak masalah, Bu. Ibu bisa terus mengingatkan setiap kali si Kecil lupa 3 kata ajaibnya. Misalnya, “Mau minta tolong diambilkan bola sama Oma, Kakak harus bilang apa hayooo?” Ajarkan juga mengapresiasi orang lain dengan kata terima kasih, seperti mengucapkan terima kasih kepada pengasuhnya karena telah ditemani bermain hari ini. 2. Menyapa dengan Benar Sapaan selamat pagi setiap kali bangun tidur, selamat malam dan i love you sebelum tidur, sapaan halo pada anggota keluarga yang baru pulang dan lain sebagainya sebaiknya juga dicontohkan kepada si Kecil. Menurut Dr. Montessori, meski hal ini terlihat sederhana, tetapi akan sulit bila tidak dibiasakan. Penting juga untuk melakukan kontak mata dan pelukan hangat saat menyapa om dan tantenya yang sedang berkunjung. 3. Meminta Izin Saat akan menonton televisi, meminjam gadget Ibu, meminjam pensil warna Kakak, mau main bersama Ayah di taman, mau bersepeda bersama teman dan lain sebagainya, latih si Kecil untuk selalu meminta izin bila hendak memakai barang yang bukan miliknya atau sebelum melakukan sesuatu. Dengan begitu, si Kecil akan lebih menghargai orang lain serta barang-barang yang dipinjamnya. 4. Ucapkan Permisi Selalu ingatkan si Kecil untuk tidak memotong pembicaraan atau menginterupsi saat orang lain sedang sibuk atau sedang berbicara dengan orang lain. Tapi, bila memang ada hal penting yang mau disampaikan, ajarkan si Kecil untuk mengucapkan “Permisi” saat harus memotong pembicaraan orang lain. Ucapkan permisi pula saat hendak lewat di depan orang tua. Sulitkah? Tidak kok, Bu. Karena dengan belajar sopan santun sejak kecil, si Kecil juga yang memetik sisi positifnya dalam pergaulannya kelak. Baca Juga 9 Contoh Permainan untuk Melatih Sosial Emosional Anak Usia Dini 5. Berbicara dengan Sopan Perilaku sopan santun juga tercermin dari tutur kata yang baik. Oleh sebab itu, contohkan kepada si Kecil untuk berbicara dengan sopan kepada orang yang lebih tua, tidak bicara dengan nada memerintah atau berteriak-teriak dan jangan melabeli fisik orang lain misalnya memanggil temannya dengan sebutan si gendut, si ompong, dan sebagainya. Beri pemahaman pada si Kecil bahwa tidak boleh menilai orang dari penampilan fisiknya. 6. Ajarkan Anak Table Manner Permasalahan table manner kerap menjadi perilaku sopan santun yang wajib diperhatikan ketika dewasa. Belajar sopan santun semacam ini berguna jika suatu saat Ibu membawa si Kecil untuk makan di luar. Salah satunya, duduk yang tertib di meja makan saat waktunya makan. Kalau ibu masih suka menyuapi anak sembari dia bermain atau berlari-larian, tidak apa-apa. Tapi, baiknya mulai ubah kebiasaan ini agar si Kecil mengerti pentingnya table manner ketika makan. Mulai sekarang, pelan-pelan tanamkan sikap sopan santun pada anak setiap kali makan. Dimulai dengan mencuci tangan sebelum makan, duduk tertib di meja makan, dan menawarkan makan lebih dulu kepada anggota keluarga yang lebih tua. Biasakan juga si Kecil mulai pelan-pelan makan sendiri menggunakan garpu dan sendok dan membawa piring makannya sendiri ke tempat cuci piring. Tentu Ibu boleh membantunya bila si Kecil masih terlihat kesusahan di bagian ini. Ajarkan pula untuk tidak menonton, bermain, tertawa terbahak-bahak, atau bahkan berlarian ke sana kemari sambil makan. 7. Latih Anak Memuji Orang Lain Contoh perilaku santun di dalam keluarga adalah dengan memuji. Orang tua bisa mempraktikkan proses belajar sopan santun ini kepada anak agar kelak anak bisa menghargai orang lain. 8. Perlakukan Orang Lain Seperti Perlakukan Diri Sendiri Cara mengajarkan sopan santun yang satu ini bermanfaat agar anak memahami sebab dan akibat yang akan diperoleh anak. Selain itu, contoh perilaku santun di keluarga ini juga bisa menjadi pembelajaran agar perkembangan sosial anak menjadi lebih baik. 9. Bantu yang Lemah Di sekitar lingkungan keluarga atau lingkungan anak tentu masih banyak orang-orang lemah yang perlu dibantu. Karena itu, mengedukasi anak untuk membantu yang lemah akan bermanfaat di kemudian hari. 10. Ajarkan Lewat Dongeng Anak-anak sangat suka dibacakan dongeng. Apalagi, ada banyak pesan moral dan pelajaran penting yang tersirat dari sebuah dongeng atau cerita rakyat, Bu. Mendongeng juga membantu anak menyerap “pelajaran” dengan lebih baik karena cerita mudah diingat. Oleh karena itu, mendongeng bisa jadi salah satu cara yang efektif untuk menanamkan sikap sopan santun pada anak sejak dini. Misalnya, membacakan cerita Goldilocks dan Tiga Beruang. Dongeng ini menceritakan ulah tidak sopan si Goldilocks yang masuk ke rumah beruang dan beraktivitas di dalamnya tanpa izin. Pesan moral yang bisa dipetik dari dongeng ini adalah jangan masuk ke rumah orang lain tanpa izin dan jangan memakan atau menggunakan barang yang bukan milik kita. Jika ingin, kita harus meminta izin lebih dulu kepada yang punya. Jangan lupa ucapkan terima kasih setelah diberi ijin dan kembalikan setelah digunakan. Atau, ceritakan tentang The Ugly Duckling alias Si Bebek Buruk Rupa. Ini menceritakan seekor anak itik yang penampilan fisiknya sangat berbeda dari saudara-saudaranya yang lain. Karena itu, si itik terus diejek dan dicemooh sehingga memilih untuk mengisolasi diri. Pesan moralnya, kita tidak boleh menilai orang dari sosok luarnya saja dan tidak boleh mencemooh penampilan orang lain. Perilaku baiklah yang akan membuat setiap orang menyukai si Kecil. Baca Juga 4 Contoh Empati yang Perlu Ibu Ajarkan ke Anak Setiap Hari Dalam proses menanamkan sikap sopan santun, ingatlah untuk selalu sabar dan lembut membimbing si Kecil. Jangan lupa juga untuk mendukungnya lewat pemenuhan nutrisi yang tepat dari makanan dan tambahan susu Bebelac 3 GoGreat+ sehingga ia bisa terus belajar dan mengingat pentingnya berperilaku sopan santun dalam kehidupan sehari-hari. Susu Bebelac 3 GroGreat+ diformulasikan dengan Triple A, yaitu kombinasi LA+ALA dan DHA yang lebih tinggi untuk mendukung perkembangan otak anak dan keterampilan sosio-emosionalnya happy brain. Susu Bebelac 3 juga diperkaya dengan dengan kombinasi FOSGOS 19 yang satu-satunya teruji klinis untuk mendukung kesehatan pencernaan anak. Faktanya, saat pencernaan anak dalam kondisi baik happy tummy, suasana hatinya akan selalu ceria sehingga perilakunya pun juga akan baik happy heart. Yuk, bersama-sama Bebeclub partner hebat untuk Ibu hebat persiapkan si Kecil menjadi anak yang berperilaku baik dan bertata krama. Untuk dapatkan lebih banyak lagi tips parenting dan informasi menarik seputar tumbuh kembang anak hebat, ayo daftarkan diri Ibu di Bebeclub sekarang juga! Referensi Boris, V. 2017, December 20. What Makes Storytelling So Effective For Learning? Harvard Business Publishing. washingtonpost. 2011, February 11. The reasons for good manners. Washington Post; The Washington Post.Gurumengajak Peserta didik untuk mengamati gambar sebelum berdoa tentang sekolah tempat belajar (lihat buku siswa hal. 36) Marilah kita berdoa, mohon agar Tuhan membuka pikiran dan hati kita untuk mengenal dengan baik sekolah kita ini. Doa. Terima kasih Tuhan. Engkau mengumpulkan kami di sekolah ini untuk belajar.- Perilaku sopan santun terdiri dari dua kosa kata, yaitu sopan dan santun. Lantas, apa arti sopan santun? Bagaimana contohnya di lingkungan rumah dan sekolah?Berdasarkan catatan di KBBI Daring, sopan punya arti 1 hormat dan takzim; 2 beradab secara tutur kata pakaian dan sebagainya; hingga 2 baik itu, dijelaskan juga dalam KBBI Daring tentang santun. Kosa kata ini memiliki arti 1 halus dan baik; serta 2 penuh rasa belas pendidikan maupun kehidupan sehari-hari, perilaku sopan santun diklaim perlu direalisasikan oleh setiap individu. Dengan begitu, manusia bisa hidup saling menghormati, menghargai, serta berbelas kasih satu sama Sopan Santun Berdasarkan ungkapan situs Disperkimta Kabupaten Buleleng, sopan santun dianggap sebagai salah satu unsur penting sosialisasi. Norma-norma dari perilaku ini bisa memberikan berbagai manfaat kepada pelaku dan orang di berbicara mengenai norma, sopan santun dapat dikatakan sebagai penilaian atas sikap seorang manusia yang baik ketika sebab itu, sopan santun mesti dimiliki oleh setiap individu di lingkungannya. Seandainya perilaku tersebut tidak dilakukan melakukan hal yang tak sopan dan santun, maka akan muncul konflik-konflik Sumber Daya Air Kabupaten Malang juga turut memberikan definisi terkait sopan dan santun. Ditulis bahwa sopan berarti membudayakan perilaku hormat serta menghargai individu lainnya. Sementara itu, santun berarti menunjukkan bahwa diri kita merupakan pribadi yang adanya sopan santun, manusia menghormati orang-orang yang lebih tua dan mengayomi yang lebih muda. Bukan hanya itu, individu melihat orang lain sebagai wujud yang setara. Hal ini menyebabkan individu tersebut menghindari hal-hal yang tidak sopan dan Perilaku Sopan Santun di Rumah Dalam kehidupan sehari-hari, perilaku sopan santun kerap kali dilakukan seseorang tanpa sadar. Oleh sebab itu, sikap ini dapat dikatakan sebagai wujud alami yang terbentuk atas norma sosial yang berlangsung di sekitar contoh perilaku sopan santun di rumah dapat dilihat dari cara seorang anak kepada orang tua atau orang yang lebih tua di lingkungan ini beberapa contoh perilaku sopan santun di rumah. Tidak membantah orang tua ketika berbeda pendapat dan memilih untuk berdiskusi. Tidak membentak orang tua. Tidak membentak kakak atau orang lain yang lebih tua di rumah. Diam ketika diberikan nasehat oleh orang tua. Tidak memancing pertengkaran dengan kakak dan adik di rumah. Contoh Perilaku Sopan Santun di Sekolah Selain berbagai contoh perilaku sopan santun di rumah, terdapat juga beberapa contohnya di lingkungan yang kita ketahui, sekolah merupakan tempat seorang individu belajar. Sopan santun juga bisa diajarkan lewat lingkungan ini contoh sopan santun di sekolah. Berbicara dengan tutur kata yang baik kepada guru, teman, atau karyawan di sekolah. Tidak membantah perintah guru selagi itu demi kebaikan. Tidak mencela teman. Izin ketika ingin pergi ke toilet atau keluar kelas. Baca juga Memahami Makna Tata Krama, Sopan Santun dan Rasa Malu dalam Islam 7 Cara Mengajari Perilaku Sopan dan Santun pada Anak Sejak Dini Contoh Norma Kesopanan Apa Itu, Sumber, dan Tujuannya - Pendidikan Kontributor Yuda PrinadaPenulis Yuda PrinadaEditor Dhita Koesno .